tenth post!

actually, the tenth post is that last one.
this makes it eleven.

and so the adventure continues.

hurrah. god bless. watch your step on the way out.

Advertisements

soal restoran india, daun pisang, dan hal-hal yang sepertinya berkaitan

kalau ditanya soal daun, saya jadi ingat satu restoran india di jalan dokter rajiman di bandung sini. tunggu, itu jalan abdul rivai atau dokter rajiman? ah, yang jelas kalau kamu naik kendaraan sendiri dari arah jalan pajajaran, belok kiri (atau kanan. tergantung, kamu dari wastukencana atau pasirkaliki?) ke arah jalan cihampelas bawah. jika kamu lihat ada hotel novotel di sebelah kiri jalan, kamu di jalur yang tepat. nanti di depan kamu pasti belok kiri lagi, karena satu arah. dan jangan ke kanan, itu wastukencana. nah, kamu sampai di bundaran dengan taman kecil dan tugu jam di tengahnya. namanya Taman Abdul Rivai, dan tugu jam yang selalu menunjuk pukul 10.35 itu resminya Tugu Jam Menara Ria Pembangunan. iya, nama resminya itu. canggung. khas orde baru. tunggu, kamu jangan berhenti di situ, ada tanda dilarang berhenti. kecuali kamu bawa angkot dan uang setoran belum cukup, jadi harus ngetem di situ–lumayan, sekalian bikin macet jalan dan marah orang-orang.

kelakuan.

pokoknya terus jalan, memutar di situ dan lihat ke kiri, nama restorannya K99 Curry House. letak restorannya sedikit nyempil, jadi yang sigap ya, jangan terlewat. saya tidak bakal kasih petunjuk jalan lain.

Continue reading

tentang kematian dan kehilangan

“tapi yang fana adalah waktu, bukan?”
tanyamu.
kita abadi.
(sdd)

pernah kamu terpikir tentang kematian? atau tentang bagaimana rasanya tidak hidup lagi? atau bertanya-tanya tentang kehidupan setelah ini? atau tentang pertanyaan “siapkah aku mati?” atau katakanlah orang terdekatmu meninggal karena sakit. adakah kamu merasa bahwa orang itu tidak ada lagi, dengan tiba-tiba hilang dari kehidupan kamu, meninggalkan kosong yang janggal? mungkin juga dengan hal-hal yang belum selesai tertinggal di sana: ucapan yang menyakitkan hati, rasa yang tidak tersampaikan, maaf yang tidak diberikan, janji yang tidak terpenuhi, utang piutang, rahasia-rahasia. selama hidup saya sampai saat ini, ada tujuh kematian yang saya temui. dan setiap kali selalu ada kosong, janggal, tapi juga dingin.

Continue reading

di ujung terowongan

aku menghentikan mobil beberapa meter dari mulut terowongan. kubiarkan lampu sorot mobilku tetap menyala. akhirnya sampai juga di terowongan terkenal ini. awalnya terowongan ini dibangun sebagai jalan alternatif yang menghubungkan dua kota kecil di sisi bukit besar ini, namun kini sudah tidak difungsikan lagi karena berkali-kali runtuh. orang bilang terowongan ini dikutuk. menurutku tanahnya saja yang tidak stabil. tanda berwarna merah dengan huruf putih besar-besar yang dipasang di tengah rantai melintang di mulut terowongan itu setuju:

“DILARANG MASUK. BERBAHAYA. DAPAT RUNTUH SEWAKTU-WAKTU.”

Continue reading