catatan #3

tentang malam

mengapa malam? karena gelapnya mengingatkan kita akan terangnya siang, akan lembutnya senja, akan hangatnya mentari pagi.
mengapa malam? karena adanya melembutkan jiwa-jiwa yang resah kala siang, menidurkan mereka yang lelah.
mengapa malam? karena mereka yang bersuka ria merayakan siang terlelap–bernyanyi, menari.
mengapa malam? karena siang tak lagi mencukupi atas urusannya, ketika hanya sunyinya malam yang mampu mencukupinya.
mengapa malam? karena apa yang berada di dalamnya tak mampu dilukiskan teriknya siang, maka ia pun menjadi indah.
ketika kita merindukan siang, melupakan kasih sayang malam yang terdiam dalam khidmatnya memeluk hari.

mengapa malam? karena mereka yang meniatkan keburukan atas keuntungan baginya, berlarian dengan langkah-langkah kelam.
mengapa malam? karena dinginnya memberikan siksa atas kesendirian jiwa yang rapuh, pedih dan terluka.
mengapa malam? karena dengannyalah turun kesengsaraan yang memaksa bidadari-bidadari dan peri-peri turun ke jalan-jalan.
mengapa malam? karena hitamnya mampu melenyapkan merahnya jejak-jejak yang ditinggalkan para pencoleng.
mengapa malam? karena mereka yang terbuang siang bersembunyi di kolong-kolongnya, merencanakan balas.
ketika malam melukai siang, mengoyak-ngoyak keluguan yang dipercayakan atasnya dalam perjalanannya mengejar hari.

(060912-c00.38)

Advertisements

catatan #2

saya, aku, gue?

saya seringkali mendapat sedikit kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang lain, baik itu secara lisan atau tulisan. kesulitan ini mungkin tidak terlalu bermasalah bagi orang lain,
tapi saya selalu merasa terganggu. nah, lalu apa memang masalahnya?

penggunaan kata ganti orang pertama.

Continue reading

kelom geulis teteh sindi

aku sebenarnya terantuk oleh tema tulisan teman tinta kali ini. perihal kelom geulis. saking terantuknya, tulisan yang kubuat ini diposkan lima bulan setelah temanya ditetapkan. tetapi lima bulan tertunda bukan berarti aku tak juga mendapat ide. ada yang memberikan padaku sebuah ide untuk membuat puntiran kisah putri cinderella, yang ketinggalan sepatu kacanya waktu tengah malam itu dia buru-buru lari dari pelukan pangeran tampan karena takut dibenci. tahu kan, cinderella waktu itu dijadikan babu oleh si ibu tiri yang kejam serta dua anaknya yang buruk, dan dia cuma punya sehelai baju lusuh yang dipakai tiap hari. padahal dia cantik, tapi karena tidurnya di depan perapian, mukanya jadi penuh daki. ibu kandungnya mati waktu dia masih kecil, dan ayahnya mati tidak lama setelah nikah lagi dengan si ibu tiri. dulu waktu ayahnya masih ada, si ibu tiri dan dua anaknya baik padanya. tapi rupanya si ibu tiri cuma mengincar harta ayahnya–ayahnya, kan, pedagang sukses. Continue reading