catatan #11

a floating thought. 

waning moon shines over the valley, 

below, a landscape peppered with lights

flickers

a tinge of melancholy, nostalgia: 

the longing for a time that passed long before me,

for a place that lies on the horizon,

where houses spread, peppered the darkened landscape with lights

and flickers

Advertisements

catatan #10

things i got from the half dreams #2

“…so we can finally get rid of her, and give her anything she wants; but, then, she won’t stand anything we give to her except for ice.”

– august 15th, 2015

catatan #9

things i got from the half dreams #1

the guy in the dark blue suit strode through the basement door, stopped at the landing above

and waved a transparent plastic bag in front of him. in it: five toes,

dark as chunks of chocolates, and each twice the size of my left index finger.

i was in the process of making bread, mixing flour and water and eggs and a pinch of salt.

he said, “these are the last ingredients. meat and bone.”

i could taste the bread already;

salty and meaty. and the weight of it inside my belly.

– january 18th, 2016

buat meok

sang gadis pulang membawa perasaan, yang jatuh berserak di jalanan pulang. yang terserak dipunguti anjing-anjing jalanan, untuk diberikan pada anak-anak mereka: “makan kita hari ini.” yang retak terserak, dimakan malam-malam panjang serupa. di antara udara dingin dan seru angin, di sela-sela ingatan yang tak meminta pudar. yang retak rusak terserak, tertumbalkan rindu yang tidak terseru. dideru motor-motor, mobil-mobil; disapu cahaya lampu dan debu-debu.
setelah senyum lesu, sang gadis kembali di ruang itu. yang tak tertembus neon. yang terhalang kelabu. ia tahu, apa yang terserak meninggalkan hampa. dan ia tahu, yang hampa hanya terisi serak air mata.

juli 2015

catatan #4

minggu pagi

apa lagi yang lebih menyenangkan,
dari mentari di pagi hari? kecuali
jika kamu menyukai hal-hal yang fana.
“tapi, mentari, ia juga fana bukan?”
ah, kau benar, aku juga
masih menyukai hal-hal yang fana.
padahal siapa tahu, sore nanti semesta
tiada, atau aku yang berpulang. benar,
aku, dungu pemimpi, juga berasal dari
kefanaan yang sama.

                                             07092014.c1030